Saat itu, benar" ku tak sadar dengan perasaanku padanya. Yang ku lakukan hanya untuknya, agar dia bahagia. Ku mencari semua tentangnya, tentang orang yang ia sukai. Aku pun bingung dengan tindakanku, aku tak tau kenapa aku begini. Hanya 1 keinginanku untuknya, ingin selalu melihatnya bahagia, meski aku tau hati ini berat untuk melepasmu.
Menjelang akhir smp, ku sadar semua yang kurasakan. Ku sadar bahwa dirimu telah membius hatiku. Saat itu pun ku mendapatkan ketenangan, ku merasa dekat dengan Illahi Rabbi. Namun entah mengapa, ku merasa waktu itu datang padaku. Waktu itu berbicara padaku, bahwa kaupun menyukaiku. Namun, ketika ku tak pernah berjumpa denganmu. Ku tanyakan padamu bagaimana perasaanmu padaku. Dan dirimu tak memiliki rasa suka padaku.
Benar apa yang dirimu ucapkan padaku.
"Memang sakit kalau orang yang kita cintai tidak mencintai kita. Dan apakah kita hanya itu yang harus kita pikirkan."
Sebuah kiasan yang simple, tapi bermakna bagiku..
Dia membuatku sadar tentang kehidupan yang kujalani ini. Allah menunjukkan jalan padaku melaluinya. Aku mengerti akan Cinta, Kasih Sayang, dan Persahabatan. Cinta pada Allah, orangtua, dan manusia.
Perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya, baru kutemukan saat ku mengenalnya. Banyak perubahan dalam pola pikirku karnanya. Mungkin bila ia tak ku kenal, aku tak bisa membuat keluargaku seperti ini. Keadaan keluarga yang kuharapkan, akhirnya terwujud. Terimakasih Yaa Rabbi.. Kau selalu memberikan apa yang hamba-Mu butuhkan.
Wajah Ibuku mengingatkanku pada ikhwan yang ku suka dulu sampai saat ini. 1 tahun ku tak pernah melihat wajahnya, hanya melalui pesan singkat ku berkomunikasi itupun jarang. Dan itupun kalau ku ada keperluan padanya. Ku sangat berharap padanya dulu, namun hanya akan membuatku jatuh. Saat ini, tak ada 1pun ikhwan yang mampu mengisi ruang hatiku. Tak ingin ku berharap lagi akan cintanya, aku tak ingin jatuh pada lubang yang sama.
Dan aku hanya akan berharap pada Allah swt.
Sampai saat ini, aku tak tau siapa orang ia sukai saat itu yang merupakan 'cinta pertamanya'. Dan akupun tak tau apakah dia cinta pertamaku, atau hanya cinta yang lewat. Aku belum yakin dengan perasaan cintaku padanya. Saat ini aku hanya bisa berdo'a, dan selalu meminta petunjuk akan cintaku padanya kepada Sang Maha Kuasa.
Aku mendapat kesimpulan :
"Cinta tidak harus memiliki, tapi bila kita benar-benar mencintai seseorang lebih baik kita membuatnya bahagia bersama orang yang dipilihnya. Jodoh sudah ditentukan oleh Allah swt."
Apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah swt. Dan apa yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah swt.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer



0 komentar:
Posting Komentar