Melalui cerita ini tertutur do'a untuk kalian yang sudah
melangkah menuju pernikahan impian..
Hai, perkenalkan aku Riani..
Aku akan menceritakan suatu kisah yang memang menjadi pelajaran berharga.
Kisah ini hanya penggalan dari kisahku. Kisah manis sebelumnya akan kusampaikan
dicerita lainnya.
Tidak terbersit penyesalan dipikiran mengenai keputusan yang sudah dibuat 8
bulan yang lalu. Karena aku paham, Allah, Tuhan Semesta Alam lebih tau dari apa
yang saya tidak tau.
8 adalah angka yang tidak pernah terputus, yang berarti semua yang terjadi saling terhubung sebab dan akibat. Yang berarti tidak terhingga sejauh mana kita harus melangkah menemukan apa yang kita inginkan.
8 bulan lalu, entah tanggal berapa, entah hari apa. Namun
saat itu sangat sakit rasanya sehingga langsung memangkas semua perasaan yang
bertahun-tahun dirasakan. Satu kata. Hambar. Seketika semua jadi hambar. Berawal dari kesalahpahaman dan emosi negatif
yang tak bisa dikendalikan.
Namun keputusan yang dibuat oleh Riani bukan atas emosi, karena ya merasa
hubungan yang tidak baik berlama-lama mempertahankan namun tidak ada kejelasan.
Ribuan maafpun terlontarkan dari setiap katanya, namun sudah terlambat, semua
sudah terpangkas.
1 Bulan dalam keadaan buruk.
Aku kembali memberi kesempatan untuk Hary, namun bukan untuk
kembali menjalin hubungan yang dinamakan pacaran itu. Namun untuk tetap
berteman dan menjaga silaturahmi, untuk tetap mengembalikan lagi rasa yang
pernah terpangkas itu. Berbulan-bulan berusaha mengembalikan semua itu, tidak
berhasil, hanya rasa hambar yang terasa.
Bulan berikutnya tetap sama. Bukan
hanya komunikasi yang dijalin, pertemuanpun dijalin untuk mengembalikan semua
itu. Tidak bisa.
Penjelasan dan pertengkaran panjang melalui pesan panjang
tak henti-henti. Sampai akhirnya ia meminta untuk bertemu.
12 Desember 2017
Semua penjelasan yang selama ini dipaparkan secara langsung dengan keadaan
sadar dan keadaan baik. Permintaan maaf dan terimakasih saling berbalik
menyampaikannya. Barang berharga yang telah aku dan Hary persiapkan dahulu, dikembalikan
olehku. Terlihat jelas Hari merasakan perasaan yang campur aduk dan perasaan
yang terpangkas menjadi hambar.
Penjelasan mengenai semua teman lelaki yang dekat denganku, membuat dia marah. Banyak presepsi yang hadir dibenak Hary bahwa lelaki lain yang menjadi alasanku benar-benar melepaskannya. Penjelasan apapun yang aku sampaikan tidak dibendungnya, hanya ditolak dengan dinding yang menjulang tinggi. Ia tidak menerima semua itu. Aku sudah berusaha menjelaskan semua, ya aku merasa semua itu salah. Lebih baik saling melepaskan untuk menemukan jalan kembali kepada-Nya.
Aku menyadari bahwa suatu hubungan yang tidak memiliki dasar
apapun tidak baik. Perjuangan apapun yang pernah dilakukan untuk Hary tidak
pernah kusesali. Itulah cara Tuhan mengajarkanku arti hidup. Kesadaran selalu
menghampiriku agar tak melakukan kesalahan yang sama. Mungkin kesadaran Hary
pun datang berangsur-angsur.
22 Januari 2018
Sebuah kabar membahagiakan datang dari teman dekat Hary. Ia melangsungkan
lamaran dengan wanita cantik, sholehah berasal dari Cikajang, Garut. Alhamdulillah,
Puji syukur kepada Allah SWT. Bahagia rasanya mendengar kabar baik itu dan
terkejut atas keagungan Allah, Maha Suci Allah. Kabarnya Hary melakukan yang
dinamakan Ta’aruf dengan wanita yang bertama Safa.
Bersyukur rasanya melihat Hary menemukan pasangan terbaiknya. Meski pernah
memimpikan hidup satu atap bersama, namun itulah yang terbaik untuk kami. Hary
tidak baik untukku, dan aku tak baik untuk Hary. Allah, Tuhan yang Maha
Mengetahui segalanya.
Adakah rasa penyelasan atas keputusan yang pernah dibuat?
Tidak. Aku sangat bersyukur dengan keputusan 8 bulan lalu itu. Tau tidak
kenapa?
Banyak hal yang berubah dari Hary selama itu, banyak perubahan yang luar biasa
baik dari dirinya. Dahulu, ketika berjuta nasehat disampaikan, selalu
diindahkan. Namun, saat itu kesadaran Hary datang berangsur-angsur.
Ia merasakan yang namanya stress, butuh
teman berbicara, ingin mengungkapkan kekesalan, kekecewaan. Ia berjuang untuk
itu. Tadinya dia jauh dari keluarga, menjadi dekat dengan Ibunya. Bertukar cerita
dan meminta saran dari Ibunya. Kepercayaan dirinya pulih berangsur-angsur oleh
dirinya sendiri.
Aku yakin, itulah yang terbaik baginya. Dan memang benar, dia pulih cepat
dengan pertolongan Allah SWT, Tuhan Semesta Alam.
Aku hanya perantara yang pernah mengalami kebahagiaan,
kesenangan, kesedihan, kekecewaan, kekesalah bersamanya dulu. Semua kenangan
manis itu hanya perlu disimpan dan dikenang suatu saat nanti, tidak perlu
dilupakan hanya membuat sesak. Biarlah semua berjalan dengan semestinya.
Tidak terbesit pula bahwa keputusan itu merendahkan atau
membuat terpuruk. Tidak. Karena itulah
yang terbaik bukan?
Sekarang saling sadar kan??
Karena kita akan tau jalan pulang itu kemana..
Ya, semua hanya menunggu waktu yang tepat dengan sosok yang
terbaik, kan.
Selamat berbahagia untuk kalian Hary dan Safa yang sedang
berjuang.
Semoga dimudahkan, dilancarkan segala niat baik yang sudah
direncanakan.
Semoga Allah selalu menitikkan berkah terhadap hubungan
kalian.
Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.
@fitriana_white
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO
theproperty-developer