Jalan Kehidupan

Terfikir dalam benakku
Ku ingin jalani sendiri
Menghadapi hidup ini
Tanpa seseorang yang menemani
Yang penuh dengan misteri...

Ketika itu aku menyendiri
Ingin berada dalam sepi
Menjadikan semua ini
Sebagai bahan intropeksi diri
Untuk petunjuk masa nanti. . .

Pernah ku temui
Pendamping hidup kelak nanti
Tapi dia pergi
Meniggalkanku sendiri disini
Tanpa ada kabar yang pasti. . .

Aku hanya diam seribu bahasa saat ini
Tak pernah ku sebut namanya lagi
Tak ingin ku tersakiti untuk kedua kali
Kuputuskan untuk menanti kematian rasa ini
Inikah jalan hidup yang harus kujalani. . . . . . .

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Keindahan Cinta Islami

Mencintai Karena Cinta Pada Allah swt.

Senja hari..

Bel berbunyi di salah satu sekolah yang paling populer di kabupaten Bandung, yaitu SMAN 1 Margahayu. Semua siswa bergegas menuju rumah, namun seorang gadis duduk bersimpuh di depan mesjid. Ia seorang muslimah nan cantik jelita, dan memiliki hati yang secantik rupanya. Tak pernah sekalipun ia lewatkan segala perintah-Nya.

Gadis itu bernama Anaa Nurkhaliyya, ia siswi kelas XII-IPA 1, semua guru merasa senang dengannya begitupun teman-temannya, karena sikapnya sangat ramah juga sopan. Namun, ia memiliki kemampuan yang standar, ia tak sepintar rekan-rekannya. Ia tak pernah mengeluh pada Allah, karena kekurangannya. Ia yakin dari kekurangan yang ia miliki terdapat segudang hikmah yang belum ia temukan saat ini.

Sejenak ia terbangun akan lamunannya ketika seorang pemuda menegurnya.

“Assalamu’alaikum, ukhti.”
“Wa’alaikumsalam, akhi.”
“Sedang apa di sini, sudah sholat Ashar ukhti?”, tanya Fahza.
“Astagfirullah, hampir saja terlupakan sholat Ashar, syukran akhi telah mengingatkan.”
“Kebetulan, saya juga belum shalat Ashar, mari kita shalat berjama’ah ukhti.”

Bahasa yang mereka pergunakan, sangat sopan. Namun, sebenarnya mereka saling kenal betul satu sama lain. Begitulah mereka tak melihat dari segi apapun berbicara seperti itu dengan siapapun.

Fahza adalah panggilannya namun nama aslinya ialah Fahza Nadzirul Ikhsan. Mereka berdua segera mengambil air wudlu, kemudian mereka menunaikan sholat Ashar berjama’ah. Usai sholat Fahza mengajak Anaa untuk pulang bersama, karena memang rumah mereka saling berdekatan.

Ketika dini, mereka mempunyai segudang kenangan yang tak kan pernah mereka lupakan. Sesekali jika mereka mengobrol pasti ujung-ujungnya mengarah pada masa lalu yang telah mereka lalui bersama. “bila mereka berdua, pasti terlihat sangat akrab”, menurut salah satu siswa di sana. Para siswa iri pada Fahza, beitupun para siswi iri pada Anaa. Fahza dan Anaa lah bintang dari segala bintang di sekolah itu, siswa-siswi mengakui akan hal itu. Namun, mereka tak tau masa lalu yang pernah di jalani oleh Fahza dan Anaa.
Fahza dan Anna memiliki prinsip yang sama dalam mencari pasangan, "Tidak akan berpacaran sebelum lulus SMA". Itulah kata-kata yang selalu terucap oleh mereka berdua, secara bersamaan.


 Namun, setelah mereka lulus. .









Mereka tak pernah memperkirakan bahwa mereka akan satu universitas bahkan satu fakultas juga satu kelas,yaitu Institut Teknologi Bandung Fakultas Managemen. Mereka saling berucap Hamdalah. Anaa menemukan segala hikmah yang ia cari selama ini karena Anaa memang rajin melaksanakan ibadah.

Awal mereka memasuki ITB, mereka selalu berdua karena belum mendapat teman. Namun, setelah mengikuti mata kuliah, mulailah Fahza dan Anaa mendapat teman muhrimnya. Fahza berteman dengan Khairun Ramadhan, sedangkan Anna berteman dengan Nissa Naddyn atau Dyn. Sekian lama mereka berteman, akhirnya mereka menjalin persahabatan. Mereka saling mengeluarkan suara hati.

Suatu ketika,Khairun curhat pada Fahza.
"Sebenarnya, saya udah lama merasakan hal ini."
"Hal apa?",tanya Fahza spontan.
"Saya mencintai Anaa...", belum selesai ia berkata Fahza nyerocos duluan.
"Hakh, Anaa? Apakah pendengaranku tak salah, Run?"
"Ia, Anaa Nurkhaliyya, pendengaranmu tak salah, Za. Aku memang mencintai Anaa, ketika awal ku berjumpa dengannya."

Khairun, mengeluarkan suara hatinya pada Fahza. Fahza mendengarkan segala yang di ucapkan oleh sahabatnya. Meskipun, Fahza lebih dulu mencintai dan mengetahui Anaa yang sesungguhnya. Ia ingin menjaga perasaan sahabatnya. Tak pernah sekalipun terlontar dalam ucapan Fahza pada Khairun, bahwa ia mencintai Anaa. Tak tega ia melihat sahabatnya yang kecewa karena ucapannya.

Hal yang sama, dilakukan oleh Dyn pada Anaa.

Ia mencurahkan segala isi hatinya pada Anaa, bahwa Dyn mencintai Fahza. Hal yang sama pula tindakan yang diambil Anaa dengan Fahza, hanya diam seribu bahasa menyembunyikan segala hal yang tak seorang manusia pun tau,kecuali Fahza dan dirinya.
Tanpa Fahza dan Anaa sadari, mereka menyimpan rahasia masa lalu dari sahabatnya. Dan sahabatnya pun, tak menyadari akan rahasia yang mereka sembunyikan.

Senja melenyap, semilir angin berhembus kencang menandakan malam akan segera tiba. Sebuah mobil melintas dan berhenti di hadapan Anaa, ternyata yang keluar dari mobil itu ialah Khairun sahabat Fahza. Hati Anaa resah ketika Khairun menghampirinya.

"Assalamu'alaikum, ukhti.", sapa Khairun.
"Wa'alaikumsalam, akhi.", jawabnya ragu.
"Perkenankan saya untuk mengantarkan hingga rumah ukhti?"
".e.e.e...", entah kenapa lisannya tak bisa berkata.
"Tak usah menolak ukhti, tidak baik bagi ukhti pulang malam sendirian", ujarnya.
Akhirnya Anaa terpojok dan tak bisa mengelak dari permintaan Khairun.
Sekilas mobil itu melintas pergi meninggalkan ITB.

Dalam perjalanan, Anaa hanya diam kaku tanpa suara sedikitpun. Dalam hatinya Ia hanya bertasbih, bertahmid, bertakbir, dan bertahlil. Dia menyerahkan segalanya pada Allah, Anaa berdo'a supaya tak terjadi hal-hal yang tak di inginkan, karna Anaa tak terlalu kenal dengan Khairun.

Hingga bertepi di sebuah rumah yang cukup mewah dan berukir kaligrafi nan indah juga menarik menyayat mata. Tenang terasa, bila berada dalam rumah itu. Bagaikan tempat yang suci, yang bersih dari segala noda-noda. Nyaman, tentram, dan damai rasanya berada di dalam, menurut Fahza.

Anaa lega ketika tepi rumahnya, ia mengucapkan hamdallah. Sesampainya di depan rumah, ternyata sedari tadi Fahza telah lama berdiri menunggu kedatangan Anaa. Raut muka Fahza menampangkan kekecewaan yang sebelumnya Fahza tak pernah begitu. Anaa langsung meminta maaf pada Fahza, dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Namun, Fahza tak mau tau dan tak peduli dengan apa yang diceritakan Anaa, Anaa merasa Fahza cemburu ketika melihat Khairun mengantarnya pulang. Namun Fahza tak mengakui akan hal itu, ia hanya khawatir pada Anaa. Fahza memarahi Anaa dengan kata-kata yang tak senonoh dan dengan suara yang keras. Anaa tak menyangka bahwa Fahza akan semarah dan setega itu pada Anaa.

Anaa tak tahan dengan kelakuan Fahza, akhirnya ia pergi meninggalkan Fahza tanpa kata sedikitpun. Fahza hanya terus memarahi Anaa dengan suara yang semakin keras, sehingga para tetangga keluar dan merasa heran pada kejadian malam itu. Tetangga tak pernah mengira bahwa Fahza bisa semarah itu.

Usai kejadian, Fahza kaget dengan apa yang terlontarkan dari lisannya. Ia bergegas mengambil air wudlu dan melaksanakan sholat Taubat, ribuan kata maaf yang ia lontarkan pada Allah juga ribuan air yang berlinang di pelipis wajahnya. Untuk pertama kalinya ia bisa marah pada sesama insan dan ia masih bersyukur karena ia belum pernah dan tak kan pernah marah pada Allah SWT. Sampai waktu menunjukkan pukul 03.00 ia baru selesai Taubat. Ia langsung menuaikan sholat Tahajud dan berdo’a serta meminta petunjuk pada Allah hingga menjelang Shubuh tiba.

Usai sholat Shubuh, ia segera menuju kediaman Sahabatnya. Namun Anaa tak ingin bertemu dengan Fahza, ia masih tak terima dengan perilaku Fahza padanya tadi malam.

Namun Fahza berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan Anaa bahwa ia khilaf saat itu, hatinya sedang diracuni oleh syaitan. Akhirnya usaha Fahza tak sia-sia, Anaa mau memaafkan perilaku Fahza malam itu. Dan Anaa menceritakan apa yang terjadi malam itu. Mereka berdua saling memaafkan satu sama lain, juga Fahza mengakui bahwa memang sebenarnya ia cemburu melihat Anaa pulang dengan Khairun.

Ketika itu Fahza, mencurahkan segala isi hatinya yang sekian puluh tahun ia pendam perasaan itu pada Anaa. “Aku mencintaimu karena cintaku dan cintamu pada Allah”, ujar Fahza. Usai Fahza mencurahkan segalanya, ia menanyakan pada Anaa tentang perasaan Anaa padanya. Anaa pun mengakui tentang persaannya pada Fahza “Aku pun mencintaimu karena cintaku dan cintamu pada Allah”, ucap Anaa sama. Akhirnya mereka melakukan sesuatu yang di anjurkan dalam islam yaitu Ta’aruf.

Menjelang setelah itu, keluarga Fahza dan Anaa berkumpul, membicarakan tentang hubungan mereka berdua. Keluarga mereka merestui hubungan yang mereka jalin.

Khairun dan Dyn merasa aneh pada Fahza dan Anaa. Kemana-mana mereka selalu bersama seperti sepasang kekasih, namun mereka tak yakin bahwa mereka sepasang kekasih. Akhirnya mereka memutuskan untuk bertanya tentang keganjalan hati mereka pada Fahza dan Anaa. Tanpa disengaja mereka datang dengan waktu yang sama.

Fahza dan Anaa menjelaskan segala yang sebenarnya terjadi. Fahza mengatakan bahwa kalian tanpa sengaja datang bersamaan. Inilah jodoh yang sekian lama kalian cari, bukan aku juga bukan Anaa. Allah Maha Adil, sejuta hikmah yang terkandung dalam setiap kejadian, namun hikmah itu tak kan ditemukan bila kita tak mencari dan berpikir. Berselang setelah kejadian itu, Khairun dan Dyn menjalin hubungan Ta’aruf.

3 tahun setelah acara itu mereka berdua menyelesaikan skripsi, sidang dan Wisuda. Dan 7 bulan setelah mereka menyelesaikan study nya, akhirnya Ijab Kabul terlaksana tepat pada tanggal 7 bulan 7 dan tahun 2017.

“Aku mencintaimu karena cintaku dan cintamu pada Allah”, ujar Fahza dan Anaa usai ijab kabul di ikrarkan oleh Fahza.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Keputusan Tak Pasti

Ya Robb..
Apa yang harus aku lakukan padanya
Apakah langkah yang ku ambil benar adanya
Aku takut aku semakin terlena pada dirinya

Aku takut karena tindakanku
Membuat dia membenciku
Aku takut dia menjauhiku
Dan aku takut akan kesalahanku

Hari-hari yang ku lalui begitu indah
Waktu yang ku korbankan untuknya amat indah
Akankah bilaku jujur semua hari-hariku kembali indah
Aku tak yakin semua akan sama indah

Ya Robb..
Berikan aku petunjuk-Mu
Karena aku takut atas kesalahanku pada-Mu
Agar aku tau jalan yang menuju kebenaran-Mu

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Nyanyian Hati

Menikmati sejuk hari
Di iringi nyanyian diri
Yang sedang duduk sendiri
Di bawah tetesan air hati

Tak pernah menjadi seperti ini
Kejadian yang membuat begini
Membuat bahagia menjadi sedih
Merubah sedih menjadi merintih

Beribu tetes air mata menghampiri
Tak mampu membuatnya kembali
Hanya bisa berdiam diri
Melihat keadaan ini
Sampai akhir hayat nanti

Tak pernah sesali semua ini
Karena ada hikmah tersembunyi
Hikmah itu pasti ditemui
Dengan indahnya berada dalam naungan Illahi Rabbi. . .

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Rasa Cintaku Pada Manusia (Cinta Tak harus Memiliki)

Ku menemukan rasa cinta itu, ketika ku berada di bangku smp kelas IX..

Saat itu, benar" ku tak sadar dengan perasaanku padanya. Yang ku lakukan hanya untuknya, agar dia bahagia. Ku mencari semua tentangnya, tentang orang yang ia sukai. Aku pun bingung dengan tindakanku, aku tak tau kenapa aku begini. Hanya 1 keinginanku untuknya, ingin selalu melihatnya bahagia, meski aku tau hati ini berat untuk melepasmu.

Menjelang akhir smp, ku sadar semua yang kurasakan. Ku sadar bahwa dirimu telah membius hatiku. Saat itu pun ku mendapatkan ketenangan, ku merasa dekat dengan Illahi Rabbi. Namun entah mengapa, ku merasa waktu itu datang padaku. Waktu itu berbicara padaku, bahwa kaupun menyukaiku. Namun, ketika ku tak pernah berjumpa denganmu. Ku tanyakan padamu bagaimana perasaanmu padaku. Dan dirimu tak memiliki rasa suka padaku.
Benar apa yang dirimu ucapkan padaku.
"Memang sakit kalau orang yang kita cintai tidak mencintai kita. Dan apakah kita hanya itu yang harus kita pikirkan."
Sebuah kiasan yang simple, tapi bermakna bagiku..

Dia membuatku sadar tentang kehidupan yang kujalani ini. Allah menunjukkan jalan padaku melaluinya. Aku mengerti akan Cinta, Kasih Sayang, dan Persahabatan. Cinta pada Allah, orangtua, dan manusia.

Perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya, baru kutemukan saat ku mengenalnya. Banyak perubahan dalam pola pikirku karnanya. Mungkin bila ia tak ku kenal, aku tak bisa membuat keluargaku seperti ini. Keadaan keluarga yang kuharapkan, akhirnya terwujud. Terimakasih Yaa Rabbi.. Kau selalu memberikan apa yang hamba-Mu butuhkan.

Wajah Ibuku mengingatkanku pada ikhwan yang ku suka dulu sampai saat ini. 1 tahun ku tak pernah melihat wajahnya, hanya melalui pesan singkat ku berkomunikasi itupun jarang. Dan itupun kalau ku ada keperluan padanya. Ku sangat berharap padanya dulu, namun hanya akan membuatku jatuh. Saat ini, tak ada 1pun ikhwan yang mampu mengisi ruang hatiku. Tak ingin ku berharap lagi akan cintanya, aku tak ingin jatuh pada lubang yang sama.
Dan aku hanya akan berharap pada Allah swt.

Sampai saat ini, aku tak tau siapa orang ia sukai saat itu yang merupakan 'cinta pertamanya'. Dan akupun tak tau apakah dia cinta pertamaku, atau hanya cinta yang lewat. Aku belum yakin dengan perasaan cintaku padanya. Saat ini aku hanya bisa berdo'a, dan selalu meminta petunjuk akan cintaku padanya kepada Sang Maha Kuasa.

Aku mendapat kesimpulan :
"Cinta tidak harus memiliki, tapi bila kita benar-benar mencintai seseorang lebih baik kita membuatnya bahagia bersama orang yang dipilihnya. Jodoh sudah ditentukan oleh Allah swt."
Apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah swt. Dan apa yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah swt.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Do'a anakmu

Begitu lega saat ini
Ketika ku ungkapkan rasa ini
Sekian tahun ku pendam semua ini
Berbelas-belas tahun kau buatku begini

Namun percuma bilaku terus begini
Ku mengerti saat ini
Telah dapatkan hikmah tersembunyi
Yang membuatku menjadi seperti ini

Saat ini ku mengungkap isi hati
Waktu yang diberikan Illahi Rabbi

Ku berharap saat ini
Ibu yang melahirkanku akan selalu begini
Selalu berada di jalan Illahi Rabbi..

Aamin.. Yaa 4w1 Yaa Robbal 'Alamin.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Jalan Hidup yang Tak Bisa Dielak

"Berfikirlah sebelum bertindak." itulah prinsip yang selalu dipegang teguh oleh Nadzirul yang biasa dipanggil Irul.
Suatu tindakan yang ia lakukan saat ini.

Irul melakukan suatu tindakan yang dapat menyakitkan dirinya, tapi disisi lain ia ingin membahagiakan orang lain. Ia mengikuti suatu organisasi Rohis, 1 minggu sebelum demo belum ada tanda-tanda persiapan Rohis untuk demo. Irul sendiri tak percaya, mengapa menjadi seperti ini. Irul sadar, ia bukanlah siapa-siapa di organisasi itu. Tapi, ia tak mau melihat Rohis bubar. Ia sendiri tak tau apa yang membuat Rohis seperti itu. Ia ingin membantu agar Rohis bisa demo, meski ia tau ia tak sanggup melakukan itu. Saat ini, ia sedang berusaha melakukan yang terbaik untuk organisasi Rohis. Ia mengajak teman-temannya untuk persiapan demo, meskipun bukan anggota Rohis. Ia mengorbankan waktu, keluarga, dan dirinya sendiri. Bahkan sebenarnya ia tau ia tak boleh terlalu beraktivitas. Karena saat ini ia mengidap penyakit TBC, ia tak boleh kecapean juga kedinginan. Penyakit yang baru saja ia tau, karena ia selalu menganggap batuk adalah penyakit yang selalu ia idap. Hari jum'at (25/06) itulah ia penasaran dengan penyakitnya, akhirnya ia datang ke R.S Immanuel. Hari itulah ia tau bahwa ia mengidap penyakit yang mematikan. Ia ingin melakukan sesuatu terhadap orang-orang sekitarnya. Ia tak ingin menyia-yiakan waktunya, meski ia tak tau kapan ajalnya datang.

Irul sadar banyak kesalahannya dimasa lampau. Ia memang selalu cerita pada teman dekatnya bila ia menyukai akhwat. Tapi temannya tak tau bahwa rasa sukanya itu hanya sebatas rasa kagum. Karena akhwat yang sebenarnya ia cintai hanya 1 dari smp kelas 3 sampai ia sma kelas 2 saat ini. Padahal ia tak pernah bertemu dengan akhwat itu selama 7 bulan. Tapi ia tak tau mengapa bayang-bayang akhwat itu semakin melekat dalam benaknya. Namun, ia belum yakin dengan perasaannya pada akhwat itu. Irul belum yakin bahwa akhwat itu adalah Cinta Pertamanya. Dan saat ini ia hanya bisa bernaung pada Allah swt.

Ia yakin jika akhwat itu jodohnya, Allah akan mempertemukannya. Dan bila bukan akhwat itu jodohnya, ia mengharap akhwat yang bisa bersama-sama membangun keluarganya.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer