EPISODE 1

 Kisahku baru saja dimulai…

Semua kawanku di hari ini tidak akan pernah tau kebenaran kisah masa kecilku, yang dekat denganku hanya tau cerita kulitnya saja. Karena mereka saksi hidupku ketika meneteskan air mata yang begitu deras, jeritan jeritan di tempat singgah itu. Mereka tau banyak kisah kelamku, ya tetanggaku saat itu.

Mereka sangat baik dan kasihan padaku, jauh lebih baik dari orang yang kusebut Ibu kala itu.

Sungguh aku tak mengenal ibuku itu, bagiku dia hanyalah orang asing yang membawaku datang ke Tanah Pasundan. Beliau hanyalah orang yang akan mengurusku, yang memberiku makan, yang mengurus segala kebutuhanku. Begitulah beliau bagiku kala itu.

Kisah cinta ibuku luar biasa Allah uji secara batin dan fisik. Hari itu aku sangat ingat betul kejadian pertama yang aku lihat di depan mataku dan rasakan sendiri.

Usiaku kala itu 4,5 tahun sebaya dengan anakku saat ini. Aku melihat bagaimana kegaduhan antara orang yang aku sebut ibu dan bapak, semua barang hancur termasuk televisi yang selalu menemaniku ketika mereka pergi begitu saja entah kemana setiap kali ada kegaduhan.

Hari itu, hujan sangat lebat. Setelah kegaduhan luar biasa itu mereka pergi entah kemana. Aku anak sekecil itu ditinggal sendirian dirumah yang berantakan itu, aku hanya menangis tak henti di kamar sejak mendengar mereka beradu otak dan fisik. Kamu bisa bayangkan anak sekecil itu, sudah bisa berfikir hal hal dewasa seperti itu. Saat ini di otakku, aku kasihan sama anak itu, aku ingin memeluk dia erat, aku ingin membawa dia kabur dan menghilang bagai ditelan bumi.

Hari hariku lalui begitu saja, tanpa terjadi apa apa. Aku anak kecil itu sudah bisa berpura pura. Namun, semua hal itu dia pendam di alam bawah sadarnya.

Kekacauan hari itu hanya aku, dan mereka yang tau, tetangga rumahku tidak tahu karena saat itu hujan begitu deras sampai suara teriakanku saja kalah dengan suara air hujan yang berserakan di Tanah Pasundan kala itu.

Aku begitu khawatir ibuku akan kehilangan nyawa didepanku. Karena aku baru saja mengenal mereka. Aku takut kehilangan keluarga baruku, sehingga aku hanya bisa memendam hari itu tanpa seorangpun tau sebelum aku menceritakan ini pada kalian pembaca ceritaku yang sangat alot.

Aku sangat menyayangi mereka berdua, bahkan Alm. Bapak pun sangat sayang padaku. Aku bisa merasakan sayangnya beliau, setiap pelukannya setiap tetes keringatnya. Terkadang ketika aku dimarahi ibuku, aku akan cepat cari beliau aku akan berlindung di badan besar dan tegapnya.

Pak, aku sayang kamu. Alfatihah untukmu, selalu diterangi cahaya Tuhan. Maafkan semua kesalahan aku yang tak bisa mempertahankanmu dengan Ibuku. Kami sangat sayang padamu kala itu, tapi kuasa Tuhan semuanya Pak. Tapi sungguh aku selalu ingat saat Bapak mendengar semua keluh kesahku. Hanya bapak yang bisa mendengar dan memahamiku. Aku ga pernah benci Pak, tapi aku sangat sakit melihat semua karakter kalian yang selalu adu ego tanpa melibatkan Tuhan. Kalian pernahkah berfikir aku ini masih 4,5 tahun Pak. Aku ini masih sangat butuh keterlibatan kalian saat itu, saat masa masa emasku tau siapa aku siapa kalian siapa mereka. Tapi aku tidak mendapatkan hal itu dirumah kita Pak, aku hanya menyayangimu dan hanya bisa mendo’akanmu.

Aku sayaang Bapak…. Terimakasih ya Pak, selalu peluk erat aku. Selalu memahamiku, selalu memberikan yang terbaik untuk aku. Alfatihah….



@Fitriana_White
26.10.2025

HAI..

 EPISODE 1


Hai.. namaku Anaa Nurkhaliyya.


Kali ini aku ingin menceritakan sepenggal episode kisahku, kisah yang jika diceritakan akan menghabiskan seluruh waktu hidupku. Kisah yang begitu luar biasa hikmahnya dan tidak akan berakhir sampai waktunya tiba aku kembali kepada-Nya.

Terpikir dalam benakku ku ingin jalani sendiri kehidupan ini, ya tentu bukan tanpa alasan namun begitu banyak rasa khawatir di dalam hati ini. Kekhawatiran yang mungkin sebagian orang mengalaminya, bukan karena pengaruh luar namun karena diriku sendiri.

Aku adalah seorang anak yang terlahir dari keluarga yang sangat biasa dan sederhana. Aku terlahir ditengah kerumitan, dimana aku tak tau jalan ceritanya dahulu seperti apa. Banyak versi cerita dari kisah mereka, aku tidak tau. Namun aku yakin semua atas kuasa dan ketentuan-Nya.

Aku akan mulai mengisahkan kisahku ketika aku mulai menginjak tanah Pasundan.

Sebelum memulai cerita ini, akan aku ingatkan ceritaku ini sangat membosankan. Cerita yang lalu lalang dikehidupan dunia ini, namun tidak semua orang tau makna arti kisahnya.

Kalian yang baru mengenalku tidak akan pernah percaya apa yang aku lalui, karena sungguh bagaikan sinetron yang tiada episode akhir.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1 Tahun entah 2 tahun usiaku kala itu, datang sebuah mobil sedan berwarna silver dan berhenti tepat di depanku. Aku tidak tau tidak kenal siapa beliau, beliau begitu gagah dengan seragam coklatnya keluar dari pintu supir didampingi pintu sebelahnya seorang wanita muda nan cantik dengan seragam serupa.

Seketika beliau mengendongku, lalu bertanya “ija bulangndu?”, dalam Bahasa daerah suku karo yang berarti “dimana kakekmu?”. Lalu ku arahkan ke kedai kopi didepan rumah kami, dan sekian sekilas ingatanku diusia 2 tahun itu.

Saat itu Kakek dan Nenek adalah kedua orangtuaku, dan yang kutau merekalah ibu bapakku, Namun, kebenaran itu terungkap ketika usiaku menginjak 4 tahun. Aku tau bahwa mereka adalah ibu bapak dari ibuku. Aku hanya menangis ketika ditinggalkan di Tanah Pasundan oleh Nenek, aku menjerit sejadi jadinya ketika beliau hendak meninggalkanku menggunakan bus lintas Sumatera.

Aku tidak mengenal siapa beliau, aku hanya anak yang baru menginjak di tanah Jawa tanpa perbekalan pengetahuan tentang mereka yang akan mengurusku disini.

Trauma luar biasa yang ku alami diusia sedini itu, banyaknya kegaduhan perpecahan dirumah yang mereka sebut tempat singgah. Bagiku hanyalah sebuah tempat yang penuh ketakutan, dan tak ingin ku memiliki fase yang sama di kehidupan saat ini.

Pegangan saat usia sedini itu adalah peran kakek yang mengenalkanku akan Tuhan. Sejak kecil aku selalu dibawa ke Mesjid di kampung Gurky yang telah luluh lantah oleh lahar Sinabung. Bersyukur anak sekicik itu mengenal cara melalui hal hal tidak baik itu.

Beruntungnya aku selalu Allah lindungi ditengah hentakan benda benda yang terlempar dan berserakan di rumah itu.


@Fitriana_White

 

NEXT EPISODE 2…..

Mimpi seolah Nyata...


Di sebuah rumah yang tak asing..



“Siap ga?”, seorang ibu bertanya Aku terpaku.. “Ambil cincinnya..”

Lalu terbangun. Ternyata mimpi, namun serasa nyata sekali. Aku merasa melihat kejadian yang memang bukan aku di dalamnya.


Aku jalani hari seperti biasa, dan hari ini 10 hari setelah aku mengembalikan cincin itu pada Hary. Ada gejolak yang aneh, seolah mimpi itu menjadi nyata namun bukan aku orangnya. Ya, karena aku sudah lama melepaskannya.


“Saya bermimpi tadi malam..”, ujarku kepada rekan kerja lalu kuceritakan semua yang terjadi dimimpi tadi malam.“Itu bertanda kalau dia belum move on, tapi keluarganya buat tidak mempertahankan itu, Riani.”, ujar Rian Saputra.


Ah iya, aku tau maksud mimpi itu sekarang dan hanya sekedar cukup tau tanpa mengingatnya.



Melalui cerita ini...


Melalui cerita ini tertutur do'a untuk kalian yang sudah melangkah menuju pernikahan impian..

Hai, perkenalkan aku Riani..

Aku akan menceritakan suatu kisah yang memang menjadi pelajaran berharga.
Kisah ini hanya penggalan dari kisahku. Kisah manis sebelumnya akan kusampaikan dicerita lainnya.


Tidak terbersit penyesalan dipikiran mengenai keputusan yang sudah dibuat 8 bulan yang lalu. Karena aku paham, Allah, Tuhan Semesta Alam lebih tau dari apa yang saya tidak tau.

8 adalah angka yang tidak pernah terputus, yang berarti semua yang terjadi saling terhubung sebab dan akibat. Yang berarti tidak terhingga sejauh mana kita harus melangkah menemukan apa yang kita inginkan.

8 bulan lalu, entah tanggal berapa, entah hari apa. Namun saat itu sangat sakit rasanya sehingga langsung memangkas semua perasaan yang bertahun-tahun dirasakan. Satu kata. Hambar. Seketika semua jadi hambar.  Berawal dari kesalahpahaman dan emosi negatif yang tak bisa dikendalikan.

Namun keputusan yang dibuat oleh Riani bukan atas emosi, karena ya merasa hubungan yang tidak baik berlama-lama mempertahankan namun tidak ada kejelasan.
Ribuan maafpun terlontarkan dari setiap katanya, namun sudah terlambat, semua sudah terpangkas.

1 Bulan dalam keadaan buruk.

Aku kembali memberi kesempatan untuk Hary, namun bukan untuk kembali menjalin hubungan yang dinamakan pacaran itu. Namun untuk tetap berteman dan menjaga silaturahmi, untuk tetap mengembalikan lagi rasa yang pernah terpangkas itu. Berbulan-bulan berusaha mengembalikan semua itu, tidak berhasil, hanya rasa hambar yang terasa.

Bulan berikutnya tetap sama. Bukan hanya komunikasi yang dijalin, pertemuanpun dijalin untuk mengembalikan semua itu. Tidak bisa.
Penjelasan dan pertengkaran panjang melalui pesan panjang tak henti-henti. Sampai akhirnya ia meminta untuk bertemu.

12 Desember 2017

Semua penjelasan yang selama ini dipaparkan secara langsung dengan keadaan sadar dan keadaan baik. Permintaan maaf dan terimakasih saling berbalik menyampaikannya. Barang berharga yang telah aku dan Hary persiapkan dahulu, dikembalikan olehku. Terlihat jelas Hari merasakan perasaan yang campur aduk dan perasaan yang terpangkas menjadi hambar.

Penjelasan mengenai semua teman lelaki yang dekat denganku, membuat dia marah. Banyak presepsi yang hadir dibenak Hary bahwa lelaki lain yang menjadi alasanku benar-benar melepaskannya. Penjelasan apapun yang aku sampaikan tidak dibendungnya, hanya ditolak dengan dinding yang menjulang tinggi. Ia tidak menerima semua itu. Aku sudah berusaha menjelaskan semua, ya aku merasa semua itu salah. Lebih baik saling melepaskan untuk menemukan jalan kembali kepada-Nya.

Aku menyadari bahwa suatu hubungan yang tidak memiliki dasar apapun tidak baik. Perjuangan apapun yang pernah dilakukan untuk Hary tidak pernah kusesali. Itulah cara Tuhan mengajarkanku arti hidup. Kesadaran selalu menghampiriku agar tak melakukan kesalahan yang sama. Mungkin kesadaran Hary pun datang berangsur-angsur.


22 Januari 2018

Sebuah kabar membahagiakan datang dari teman dekat Hary. Ia melangsungkan lamaran dengan wanita cantik, sholehah berasal dari Cikajang, Garut. Alhamdulillah, Puji syukur kepada Allah SWT. Bahagia rasanya mendengar kabar baik itu dan terkejut atas keagungan Allah, Maha Suci Allah. Kabarnya Hary melakukan yang dinamakan Ta’aruf dengan wanita yang bertama Safa.



Bersyukur rasanya melihat Hary menemukan pasangan terbaiknya. Meski pernah memimpikan hidup satu atap bersama, namun itulah yang terbaik untuk kami. Hary tidak baik untukku, dan aku tak baik untuk Hary. Allah, Tuhan yang Maha Mengetahui segalanya.

Adakah rasa penyelasan atas keputusan yang pernah dibuat?

Tidak. Aku sangat bersyukur dengan keputusan 8 bulan lalu itu. Tau tidak kenapa?

Banyak hal yang berubah dari Hary selama itu, banyak perubahan yang luar biasa baik dari dirinya. Dahulu, ketika berjuta nasehat disampaikan, selalu diindahkan. Namun, saat itu kesadaran Hary datang berangsur-angsur.

Ia merasakan yang namanya stress, butuh teman berbicara, ingin mengungkapkan kekesalan, kekecewaan. Ia berjuang untuk itu. Tadinya dia jauh dari keluarga, menjadi dekat dengan Ibunya. Bertukar cerita dan meminta saran dari Ibunya. Kepercayaan dirinya pulih berangsur-angsur oleh dirinya sendiri.

Aku yakin, itulah yang terbaik baginya. Dan memang benar, dia pulih cepat dengan pertolongan Allah SWT, Tuhan Semesta Alam.

Aku hanya perantara yang pernah mengalami kebahagiaan, kesenangan, kesedihan, kekecewaan, kekesalah bersamanya dulu. Semua kenangan manis itu hanya perlu disimpan dan dikenang suatu saat nanti, tidak perlu dilupakan hanya membuat sesak. Biarlah semua berjalan dengan semestinya.

Tidak terbesit pula bahwa keputusan itu merendahkan atau membuat terpuruk.  Tidak. Karena itulah yang terbaik bukan?
Sekarang saling sadar kan??
Karena kita akan tau jalan pulang itu kemana..
Ya, semua hanya menunggu waktu yang tepat dengan sosok yang terbaik, kan.


Selamat berbahagia untuk kalian Hary dan Safa yang sedang berjuang.
Semoga dimudahkan, dilancarkan segala niat baik yang sudah direncanakan.
Semoga Allah selalu menitikkan berkah terhadap hubungan kalian.

Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.

@fitriana_white

Fuentes Family

Rabu lalu, di rumah yang berada diantara Rancamanyar dan Kecamatan Katapang. Daerah Sukamukti namanya. 2 orang pemuda sebaya datang lebih awal untuk mempersiapkan makanan berbuka bersama Fuentes Family..

*Sekilas Fuentes Family
Kalau nggak salah nama itu dibuat oleh temen yang berinisial FKR, entah bahasa apa diplesetin yang berasal dari Fun, dan berarti keluarga bahagia. Namun dalam bahasa spanyol "Fuentes" berarti sumber. Jadi maknanya sumber keluarga??? Ah pokoknya itulah. Nda mudeng.. kita tuh satu tempat menimba ilmu tambahan (les) di LPK Qu***. Entah bagaimana cerita awalnya kita bisa barengan lagi. Padahal itu udh bertahun-tahun sejak SMP n SMA.

Sesampainya dirumah, mereka berdua masak. Saya yang jadi penyedia tempat cuma liatin mereka aja, dan diawal si tukang masak kebingungan, bingung apa dulu yang harus dikerjain.

Saya nanya "mau dibantu apa?", dia bingung jawab apa. "Ini ajalah buatin ta'jil"
Akhirnya saya fokus ke buah"an n buat ta'jil.

Mereka berdua masih sibuk dengan masakannya, ceunah masak ayam fillet, tahu apalah itu, fuyunghai, sama sayur bumbu chinese. Karena salah satu yang masaknya punya ilmu memasak (Chef) jadi dia bisa lah masak.

Teman sejak jam 5 mulai berdatangan.

Beres masak, apa yang terjadi.
Dapur pabalatak, kotor.. Dan adzan Maghrib telah berkumandang. Karena g tenang dengan kondisi dapur, alhasil beberes adalah pilihan saya.

Setelah beberes, kita pun menyantap makanan dan memulai obrolan sambil bercanda.
Berjam-jam terlewati kita masih berbincang-bincang. Sampai akhirnya ada telepon teman yang baru datang dari bogor. Obrolan semakin hangat dan semakin malam.
Akhir obrolan sebelum pulang, kami merencanakan bermain bersama ke sebuah tempat di ujung Bandung.
Semoga bisa terealisasi..

Sudah lama rasanya tidak bersama Teman lama..

TEMAN
5 huruf namun bermakna lebih..

Sosok Ayah...

Ayah...
Kata mereka ia adalah penopang keluarga, pelindung keluarga..

2 tahun, ada sosok lelaki asing menghampiri dengan seorang wanita. Wajahnya samar-samar sehingga entah ia siapa.
"Ja bulangndu?", sambil dia menggendong saya.
"Ise kam?", nada kesal, karena tidak mau digendong oleh orang asing.

Ingatan itu hanya berhenti sampai disana.

3 tahun, 4 tahun..

Hanya mengenal ayah dan ibu yang sudah berumur tua berbeda dari orang tua sekitar.

5 tahun..
Bertemu sosok asing lagi.. kali ini seorang perempuan. Ternyata seorang ibu. Lalu ada seorang ayah.

6 tahun..

7 tahun..

8 tahun..
Baru menyadari orangtua masa kecil adalah kakek dan nenek. Dan ternyata sosok lelaki asing saat 2 tahun adalah seorang bapak kandung.

9 tahun..

10 tahun..

11 tahun..

Tahun demi tahun diisi dengan kegalauan seorang bocah cilik.

12 tahun..
Sosok asing itu datang lagi namun hanya suaranya.

13 tahun..

14 tahun..
Pertama kali bertemu di kota Medan dengan rumah sederhana, dengan wajah yang lelah.

15 tahun..

16 tahun..

17 tahun..
Selalu menangis mendengar suaranya. Pertama kalinya bertemu disebuah tempat yang berada di timur kota Bandung.

Dan beberapa bulan kemudian lepas landas ke Medan.
Rumah yang berbeda dari sebelumnya. Ternyata beliau sudah sukses. Aamiin.

18 tahun..

19 tahun..

20 tahun..

21 tahun..
Bertemu untuk ke-4 kalinya..
Terasa hidup bersamanya,, Nyaman, Damai, Tertawa, Ibadah.. Semua bersamanya. Karena 1 hari denganmu bagaikan setahun rasanya.

Ayah...
Sosok yang sejak lama telah dirindukan.
Sosok yang selalu menemani saat ketakutan.
Sosok yang mengingatkan siapa aku, kamu, dan mereka.
Sosok yang paling aku segani.

Sosok yang berkata seperlunya.
Sosok lelaki tangguh yang menopang keluarganya.
Sosok teman yang bermain dengan anaknya.
Sosok lelaki setia disamping wanitanya.

Dulu..
Sosok yang sangat aku benci. Karena jalan hidup yang kau pilih menurut pikir nalarku salah.
Sekarang..
Aku tau betul kenapa engkau memilih seperti itu. Aku tau isi hatimu, aku tau bola matamu berbicara apa.
Aku sayang padamu..

Cuma bisa foto dari jauh.. foto yang akan selalu disimpan. Nampak ber2, namun jika diperbesar ada dirimu..

Berfikir Positif..
Semangat..
Rajin Ibadah..

Itulah pesanmu bulan 4 lalu kita berjumpa..


Zolthaz

Elok rupanya cahaya disekelilingku kemarin, kuning, biru, merah, putih, semua berwarna. Seperti hidup kita, penuh warna.

Tersirat harga yang terlalu mahal hanya untuk melihat warna tersebut. Warna termahal yang tak akan terlihat oleh kasat mata. Warna kehidupan...

Apa yang membedakan kamu, aku dan mereka?
Jalan hidup kita kan berbeda, karena kita unik.

Zolthaz..
Akselerator Mitokondria Sel untuk Merasakan Zat Tidak Dikenal
A Pathway to Self Awareness

Pelatihan yang luar biasa..

Sebelum memahami orang lain, pahamilah diri sendiri, masuklah ke dalam tubuh sendiri, lihat pergerakan apa didalamnya, siapa yang mengaturnya? Zat apa yang mengaturnya? Siapa sebenarnya  yang berada ditubuh kita? Apa yang kita miliki?

Saya semakin mengerti tentang diri saya, tentang kemampuan yang saya punya, tentang masa lalu saya, tentang orang yang saya benci, tentang hidup saya, tentang saya adalah pemimpin di muka bumi, tentang saya..

Dan saya mengerti bagi mereka yang #gagalpaham akan suatu hal, tentang mereka yang selalu meributkan masalah sepele, tentang mereka yang selalu berpura-pura, tentang mereka..

Saat ini yang harus saya lakukan ya..
Memaklumi saja dan menurunkan ego..
Memaksimalkan kemampuan dan ilmu yang diamanahkan kepada saya..

Agar ringan semua masalah yang berada disekeliling saya.. ☺☺

Bimbinglah kami Hai Sang Maha Pencipta..
Karena Sungguh Allah SWT lebih dekat daripada urat nadi..

Tegarlah.. Kuatlah.. Sadarlah..

Bismillah.. Semoga istiqomah.. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.